Karpet Masjid – Kota Padang adalah ibukota dari Provinsi Sumatera Barat yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 930 ribu jiwa. Dari jumlah penduduk tersebut, mayoritasnya beragama islam atau lebih tepatnya sekitar 96% dari jumlah penduduk.
Selain terkenal akan masakannya, kota ini juga terkenal akan tempat ibadahnya. Tempat ibadah tersebut bernama “Masjid Raya Sumatera Barat” atau “Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi” dengan luas tanah yang sangat luas sebesar 7,5 hektar serta memiliki arsitektur yang begitu mempesona dan unik. Untuk lokasinya sendiri terletak di Kec. Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat.
Selain digunakan untuk ibadah dan ceramah bagi masyarakat sekitar, masjid ini juga digunakan sebagai wisata religi bagi masyarakat Kota Padang. Itu karena masjid ini memiliki arsitektur yang indah dan memiliki bangunan yang megah.
Bagi masyarakat luar provinsi khususnya yang beragama muslim, rasanya kurang kalau berwisata ke Kota Padang tapi tidak mengunjungi Tempat Ibadah Masjid Raya Sumatera Barat atau Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi ini.
SEJARAH MASJID RAYA SUMATRA BARAT
Masjid Raya Sumatera Barat atau Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi dibangun karena 2 faktor.
Faktor pertama, pada tahun 2005 Gubernur yang pada saat itu dipimpin oleh Zainal Bakar menilai kalau Kota Padang yang merupakan Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat tidak memiliki Masjid yang luas untuk menampung jamaah dalam jumlah yang banyak. Akhirnya beliau memutuskan untuk membongkar Masjid Nurul Iman. Tetapi, di kepemimpinan gubernur selanjutnya yaitu Gamawan Fauzi memutuskan untuk menghentikan pembongkaran tersebut dan lebih memilih membangung masjid baru.
Faktor yang kedua, pada tahun 2006 ada pertemuan bilateral antara negara Indonesia dan negara Malaysia di Bukittinggi yang pada saat itu diharidi oleh presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi. Pertemuan tersebut bertepatan dengan hari jumat, sehingga panitia memerlukan masjid yang tepat untuk melaksanakan sholat jumat bagi kedua negara. Meskipun di kota Padang terdapat beberapa masjid yang besar, tetapi tidak ada satupun masjid yang cocok. Sehingga panitia lebih memilih masjid yang berada di bukittinggi.
Dengan 2 faktor tersebut, pemerintah daerah dapat lebih meyakinkan DRPD agar menyetujui rencana Masjid Baru sebagai Islamic Center. Awalnya, rencana pembangunan akan berada di Kantor Gubernur yang berada di Jalan Sudirman, tetapi lokasi yang dipilih adalah di ujung Jalan Chatib Sulaiman.
Setelah pemilihan lokasi, Pemerintah Sumatera Barat mengumumkan sayembara untuk desain masjid. Sayembara tersebut diikuti oleh 323 peserta, tetapi yang dipilih untuk diseleksi hanya desain dari 71 peserta saja. Dan Rizal Muslimin lah yang menjadi pemenang sayembara desain masjid tersebut.
Pembangunan masjid dimulai pada tahun 2008 dan selesai pada tahun 4 Januari 2019. Banyak sekali kendala untuk membangun masjid tersebut sehingga membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyelesaikanya.
ARSITEKTUR MASJID RAYA SUMATRA BARAT

Tempat ibadah ini dibangun pada tahun 2008 sampai dengan 2019. Termasuk waktu yang sangat lama untuk membangun masjid megah dengan luas 7,5 hektar. Karena bangunannya yang megah, masjid ini mampu menampung sekitar 20.000 jamaah.
Tidak hanya bangunannya yang megah, tetapi desainnya juga begitu indah. Pembangunan masjid ini diarsiteki oleh Rizal Muslimin.
Atapnya tidak berbentuk kubah seperti masjid pada umumnya, tetapi berbentuk seperti atap rumah gadang yang berbentuk gonjong. Bentuk ini terinspirasi dari bentangan kain yang digunakan untuk mengusung hajar aswad.
Desain bangunannya sendiri mengkombinasikan gaya tradisional dengan gaya modern. Desain gaya tradisionalnya menggunakan unsur tradisional dari Minangkabau, mulai dari kaligrafi dan ukiran di dinding luar masjid serta menggunakan ornamen khas minangkabau. Desain gaya modernya terdapat ruang multifungsi di lantai atas, dan terdapata sistem ventilasi yang begitu canggih.
Bangunannya sendiri terdiri atas 3 lantai dengan lantai tengahnya digunakan untuk ruang sholat. Lantai 1 dan lantai 3 nya, selain digunakan untuk ruang sholat, ruang tersebut juga bisa digunakan untuk kegiatan sosial, keagamaan, dan evakuasi ketika terjadi gempa.
Dikarenakan kondisi geografis Sumatera Barat yang beberapa kali diguncang gempa besar. Rizal selaku arsitektur, mendesain masjid ini dengan anti gempa. Sehingga selain digunakan untuk ibada, masjid ini bisa digunakan untuk evakuasi warga apabila terjadi gempa.
7 Tips Mudah Cuci Karpet Masjid Sendiri

Di era modern, tempat ibadah ini juga menggunakan karpet masjid modern juga. Dengan karpet yang tebal, lembut dan indah. Hal ini mempengaruhi keindahan Masjid Nurul Amin Jayapura.
Untuk itu kami Nuansa Islami Karpet juga menawarkan karpet masjid yang sama indahnya dengan yang digunakan di Masjid Nurul Amin Jayapura. Kami nuansa islami karpet menyediakan karpet masjid atau karpet mushola. Kami telah dipercaya untuk melayani lebih dari 1000 masjid di Indonesia (Portofolio Pemasangan). Kami hadir untuk melayani masjid-masjid di Nusantara mendapatkan karpet terbaik ternyaman dan berkualitas sesuai dengan kebutuhan masjid. Kami hadir membantu anda mendapatkan karpet terbaik yang anda inginkan. Berbekal pengalaman, jangan sungkan untuk berkonsultasi kepada kami terkait karpet terbaik yang pas untuk dipasang di masjid anda.
Karpet masjid dengan banyak pilihan tipe baik import turkey maupun produksi lokal indonesia dengan ragam pilihan motif, warna dan harga (Produk). Selain menjual karpet masjid, kami juga menyediakan perlengkapan masjid lainnya seperti Jadwal Sholat Digital baik menggunakan display running text. Kami turut hadir untuk menyokong gerakan memakmurkan masjid di Nusantara dengan memberikan fasilitas penunjang terbaik kepada para takmir untuk melayani jamaahnya. Jika anda ingin bertanya lebih detail tentang produk, langsung hubungi admin kami di sini.